Sayang Di Negara Tetangga


Pas lagi otak-atik laptop aku, ehh si hape getar-getar ternyata tante (adik mama) yang di Malaysia nelpon. Sekedar menanyakan kabar. Memang dibanding keponakan-keponakan tante yang lain,aku yang paling dekat sama tante. Udah lama sih gak ketemu, lebaran juga gak pulang. Hmmm.., kangen juga deh.

Tiba-tiba udah berubah aja suara disebrang jadi suara cowo. Ternyata suami tante yang ngomong “hallo sayang”, begitu lah yang selalu om bilang kalau nelpon aku. Sedikit males sih kalau ngomong sama om. Geli aku dipanggil sayang.hehehe…, Lumayan lama kami berbincang dan om marah besar karena tau aku nggak ikut study tour ke KL beberapa waktu yang lalu. Om mengaku sangat merindukanku dan ia ingin sekali bertemu aku “kenapa gak ngomong kalau ada study tour? kenapa gak ikut?kalau kamu kesini pasti om jemput?” itu lah beberapa deretan teratas dari omelan-omelannya. Sampai-sampai om mengeluarkan pernyataan yang buat aku bener-bener ngiler. “yasudah, nanti kalau libur nelpon kesini. kalau di izinin mamak kesini biar om urus pasport dan semua-semuanya. nanti om transfer uangnya. nanti kamua mau apa aja disini om kasi. kamu mau pergi kemana om antar” begitu lah deretan iming-iming yang di lontarkan ke aku. Sekejap aku cuma bisa berpikir “kapan lagi libur”.

Semua iming-iming itu buat aku tiba-tiba semangat dan bangkit dari rasa galau yang sejak pagi tadi menghantui aku. Tapi saat aku bilang tentang sepupu aku yang lain tiba-tiba tante bilang “jangan bilang sama mereka kalau kamu ditelpon om” tiba-tiba juga suara om nyamber “om sayangnya sama kamu” dengan seketika aku hanya bisa terdiam. Ternyata ada sayang dinegara tetangga yang menantikan aku.

Yaaahh…, emang 7 tahun lalu juga saat mereka pulang ke kampung om membelikan aku dan hanya aku sebuah boneka. Tapi kini baru aku sadari bahwa ia lebih menyayangi aku dibanding yang lain. Kini kembali lagi otak ku berpikir, kapan aku akan sampai kesana. Ya allah sungguh hamba menginginkannya. Terakhir om bilang “bulan 5 nanti om pulang. Ada hadiah buat kamu. Dulu mau om kasih tapi kamu masih anak-anak. Tunggu kamu dewasa baru om kasih. Belajar lah yang rajin, jangan dulu pacaran” #jluubbb.. nusuk kehati kata-kata itu dan aku terlanjur meng-iyakan. Lantas hilang lah rasa galau itu seketika. Otak ini pun kembali berpikir “apa lah yang akan om kasih ke aku”. hahahaaa… kalau giliran hadiah aja otak ni baru cepat berpikir. Kini hubungan telepon itu terputus…,

Beberapa menit kemudian masuk sms dihapeku yang masih tergeletek disampingku ” nanti kalau ada rencana kesini telpon om biar semua om persiapkan, jangan bilang sama yang lain” dengan singkat aku balas “ok dehh”. Kini aku telah menyadari bahwa sangat banyak orang yang menyayangiku berserak. Tapi aku selalu mengeluh menganggap semuanya kurang. Sampai di negara tetangga sayang itu pun tetap ada. Yupppzzz…, KL cepat atau lambat aku pasti sampai disana. Hahhahaha….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s