Sampai Saat Ini (masih sayang)


Banyak cerita yang bisa terukir saat berada di situasi yang singkat. Saat mengikuti bimbel(bimbingan belajar) selama 1 bulan sebelum mengikuti SNMPTN sungguh menggoreskan banyak cerita diantara orang-orang yang asing. Orang-orang yang memberikan kehangatan kekeluargaan dalam kondisi jauh dari keluarga dirumah. Tentunya mata juga ikut melirik diantara orang-orang yang asing. Seperti halnya dengan mata ini. Murid sebelah menjadi korban lirikannya. Ketawa sendiri kalau udah keluar kelas. Beberapa kali bertemu di depan kelas dan senyum itu sangat menyejukkan. “ya allah.., sungguh teduh senyum itu. ijinkan aku terus merasakannya” gumamku dalam hati.  Detakkan jantung yang tak menentu sangat terasa dibalik dada dikala aku mengingat dirinya, senyumnya. Ntah sampai kapan aku bersembunyi merasakan senyuman itu. Ntah sampai kapan.

Mencoba mencari tau dirinya tentu saja aku lakukan. Mengagumkan mengenal dirinya. Dia salah satu kebanggaan tentor-tentor saat di kelas. Kekagumanku akan dirinya semakin membara. Layak nya gemuruh disaat hujan lebat. Layaknya bensin dengan setitik api. Sungguh membuatku merasa malu. Untuk mengenalnya lebih dekat sebagai seorang sahabat tentu saja aku lakukan untuk melengkapkan kekagumanku. Aku mendapatkan nomor hape dia dari seorang teman dekat yang satu kelas dengannya. Ramah, dan memiliki sifat yang khas, itu lah dirinya. Seseorang yang sungguh berbeda dengan orang-orang yang pernah aku temui dan sangat memiliki semangat yang tinggi.

Kini saatnya pengumuman kelulusan SNMPTN pun tiba. Kebahagiaanku setelah melihat pengumuman bahwa aku diterima disalah satu PTN di Medan sungguh besar walau pun kurang memuaskan. Langsung aku menanyakan kabar dirinya. Miris mendengar kabar dari dirinya. Bahwa dia diterima di fakultas favorit di Universitas yang sama denganku dan di Univeritas Indonesia. “woww….,” teriakan dari dalam hatiku. Bangga diliputi kesedihan membara saat itu. Berharap dia tidak akan pernah jauh dariku dan senyum menyejukkan itu akan tetap terasa. “pilihlah yang terbaik untuk kamu dan masa depan kamu” hanya kata itu yang mampu aku ucapkan dibalik kesedihan dan ketakutanku.

Kini saat nya dia menentukan pilihannya dan sungguh melegakan jiwa dan raga ini. Dirinya memilih tetap berada di Sumatera Utara yaitu Universitas yang sama denganku. Bahagia sangat kurasa. Walau dia tidak pernah tau bahwa aku sangat bahagia. Walau bukan karena aku dia berada disini tapi tuhan masih mengijinkan aku tetap berteduh di balik senyumnya.

Sampai saat ini aku tak pernah tau bagaimana kabar hatinya, apakah ia merasakan apa yang aku rasa. Walau harapanku pupuslah sudah. Aku tak banyak berharap untuk memilikinya. Tapi sampai saat ini aku masih menyayanginya karena sekuat apapun aku berusaha melupakannya dan membuang rasa itu, semua sia-sia. Aku masih sangat menyayanginya. Berharap tuhan selalu berikan yang terbaik untuk kami. Untuk ASRI (asri dan ri...)

Iklan

7 pemikiran pada “Sampai Saat Ini (masih sayang)

  1. Minal Aidzin Wal Faidzin dan semoga kita semua bisa kembali ke Fitrah masing-masing … 🙂
    Amiiin Ya Rabbal ‘Alamiin …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s