Galau Bukan Musibah


“Galau…,” aku hanya tertawa saat teman-temanku mengutarakan kalimat yang selalu menyisipkan kata galau. Seakan aku menjadi seorang yang tak pernah mengalami galau dimasa itu. walau si ine selalu bilang “sekarang galau itu jadi trend put” dengan matanya yang melotot kearahku. “kita gak akan galau kalau bukan kita yang menginginkannya, dengan kamu berasumsi seperti itu berarti kamu yang menginginkan galau itu menjadi trend dihidup kamu” jawabku dengan cetus.

Lucu sih kalau ingat masa itu. Saat aku selalu berpikir kalau orang galau adalah orang yang aneh. Tapi kini nasibku berada diposisi mereka. “ya allah apakah ini yang namanya galau” gumamku dalam hati. Kini aku merasakan apa yang teman ku selalu katakana. Apakah galau ini rejeki atau malah musibah? Aku bertanya-tanya dengan puluhan pertanyaan tentang galau.

Aku merasa asing dengan kondisi yang seperti ini. Setelah hubunganku dengan putra berakhir 3 hari yang lalu kini aku merasakan peri-peri galau sedang menghampiriku. Sebelumnya aku tidak pernah berpikir hubunganku yang ku jalin bersama putra sejak di SMP akan berakhir hanya karena alasan yang belum bisa aku terima.

Efek galau begitu dahsyat merobohkan kehidupanku. Suasana kamar yang menjadi tempat paling nyaman untukku kini menjadi tempat yang paling mebosankan. Aku mungkin menjadi orang yang paling aneh saat ini, orang yang paling lucu, dan mungkin bayangan ku di depan cermin sedang tertawa melihatku.

Walau sahabatku selalu memberikan semangat kepadaku tapi semua itu hanya serasa angin saat udara dingin, suara yang hanya menyakitkanku. “put…,sabar…,tetap semangat ya kawan, allah pasti telah tentuin pasanga yang terbaik untuk kita” ucap ine sambil menepuk bahuku, “makasih ya ne.., kini aku galau juga” balasku dengan senyum kecil. “udahh.., yuk ke kantin” ajak ine sambil menarik tanganku.

Aku merasa asing dikantin karena aku jarang dan sangat jarang berada dikantin karena menurutku nongkrong, tertawa keras di kantin, semua itu adalah kegiatan yang tidak berguna dan sia-sia. Tapi ternyata aku salah, kini aku mengerti apa yang dicari mereka ke kantin selain mencari isi perut. Mereka bersosial, memahami teman satu sama lain, menghibur teman yang bersedih, dan ternyata mereka juga berdiskusi tentang pelajaran bahkan mereka juga membahas masalah yang dihadapi teman-temanku yang lain yang aku gak pernah tau. Ya allah apakah dulu aku secuek itu. Yang tidak pernah memikirkan orang lain. Rendah ku pikir saat itu sosial ku.

Kini lambat laun masalah ku tentag putra sirna sudah. Yang ada diotakku bagaimana aku bisa lebih sensitif terhadap masalah disekelilingku. Kini aku berhasil menjadi orang yang bersosial. Sering nongkrong bersama teman-teman, namun semua itu demi membahas sesuatu yang penting. Sampai akhirnya kami membentuk organisasi yang aku bilang cukup hebat. Kami selalu melakukan aksi dana dengan cara berjualan atau cara lainnya untuk aku dan teman-teman. Dengan visi menolong yang lemah. Kegiatan kami cukup membuat para dosen tersenyum dari mulai pengajian bagi yang muslim, kebaktian yg non muslim, mengadakan seminar, bahkan kegiatan wajib kami tiap dua bulan sekali adalah mengunjungi anak-anak panti.

Kini aku berubah dan semua itu karena galau.”terimakasih ya allah ternyata galu itu rejeki mu yang sangat indah” bisikku dalam hati sambil memandang diriku sendiri dalam cermin. Kini aku mampu melihat bayanganku mengacungkan dua jempol untukku. Tak selamanya yang orang bilang galau itu musibah. Tetap semangat…, karena allah selalu beri jalan yang indah untuk umatnya.

Iklan

26 pemikiran pada “Galau Bukan Musibah

  1. Selama kita bisa menyikapinya dengan positif, Insya Allah, galaunya gak akan berubah menjadi musibah, tapi mungkin menjadi anugerah. 😀

  2. galau bisa aja jd motivasi….
    trgantung kita menanggapi’a gmna…positif or negatif
    klo positif bisa jdi bwt kita lbih maju…
    klo negatif bisa jdi bwt kita dkat dgn khancuran……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s